Dream Cafe - Prolog
Happy Reading
Assalamualaikum Wr.Wb, ini My first blog, saya buat ni blog karna tugas dan saya juga pengen punya blog yang menarik dan di senangi banyak orang dan gak tau juga nih blog bakal menarik atau gak, yang pasti saya di sini bakal berbagi cerbung cerbung saya, bio bio kpopers (karna saya kpopers) mungkin juga lirik lagu itu juga masih jadi misteri, saya juga gak tau bakal saya buat jadi apa blog ini dan hasilnya nanti bakal gimana, yah semoga aja banyak yang suka sama blog saya ini... Amiin.. maaf klo ada kata kata yang kurang dimengerti cukup sekian dan terima kasih.. Oh iya, saya bakal kirim cerbung saya yang pertama, semoga kalian suka...
*My first post*
Yura Pov
Cahaya matahari pagi masuk menembus jendela kamar,
membuatku terbangun dari tidurku yang lelap. Aku meraba raba meja kecil yang
berada tepat di samping tempat tidurku dan menemukan hp kesayanganku itu.
Kulihat jam menunjukan pukul 07.35, saat itu juga aku langsung melarikan diri
dari tempat tidur ku dan memasuki kamar mandi. Setelah beberapa menit di kamar
mandi, akupun langsung menggunakan dress putih selutut yang berenda,
menggunakan cream dan babylips tipis agar tidak menor, dan
juga menggunakan wedges biru laut kesukaanku, setelah semua siap aku langsung
bergegas pergi.
Taksi yang sedang kukendarai berhenti di salah satu café yang
bernuansa keindahan yang lebih dominan adalah warna biru laut beserta hijau, di
bandingkan coklat. Aku pun membayar taksi dan turun, lalu memandangi café
tersebut lekat lekat. Aku tersentak karena dua orang tengah memeluku dari
belakang dan memanggil nama ku sambil tertawa.
“Yura, hei jangan melamun dong.. nanti kamu kenapa napa lagi,
dan café kita malah kekurangan
pemiliknya lagi.. heheh” Ucap Mega
sambil tertawa.
“Iya nih masih pagi juga, eh ayo kita masuk mulai bersih
bersih.. Come On” Ajak Dara.
“Ya ampun, ku pikir aku sudah terlambat ternyata ada yang
lebih lambat dari aku” Rengek ku seraya masuk ke dalam.
Dalam diriku merasakan perasaan senang dan gembira karena
dirinya dapat mewujudkan impiannya bersama kedua sahabatnya itu. Mereka bertiga
sudah berteman saat mereka masih berumur 3 tahun, karena dulu orang tua mereka
adalah tetangga, karena itu mereka bertiga jadi sahabat semenjak mereka masih
kecil, dan persahabatan itu sampai sekarang pun masih bersatu, dulu saat mereka
sudah menginjak umur 18 tahun mereka bermimpi saat mereka sudah dapat
menghasilkan uang sendiri, mereka ingin membuka sebuah café yang dapat membuat
mereka sukses, menghasilkan uang dan yang lebih utama persahabatan mereka tetap
ada. Selama 4 tahun mereka bekerja sangat keras untuk menyimpan uang tersebut
yang akan di gunakan untuk membuat café yang mereka inginkan, dan akhirnya
impian mereka terwujudkan oleh jeri payah mereka selama 4 tahun tersebut.
Mega mempunyai rambut panjang sepinggang sedikit bergelombang
di bagian bawahnya yang berwarna hitam pekat, dia cewe tomboi yang sangat
menyukai barang barang yang berhubungan dengan cowo, walaupun begitu dia adalah
anak yang pintar dalam hal cewe seperti memasak, menjahit, bersih bersih, dan
lain lain. Dia juga anak yang sangat teliti, pintar, dan baik. Sedangkan Dara
kebalikan, dia mempunyai rambut pendek sebahu lurus dan berwarna coklat pirang,
dia adalah anak yang bisa dibilang tajir. Dia bisa melakukan apapun dengan
hanya berbicara kepada sang manajernya. Tapi dia bukan anak yang manja dia
hanya meminta apa yang dibutuhkan oleh orang orang yang sangat membutuhkan
bantuan, tetapi ada beberapa hal yang kita bertiga miliki yaitu kepintaran,
kebaikan, dan juga kecantikan. Aku sendiri mempunyai rambut yang sedikit
panjang berwarna hitam kepirang pirangan, aku adalah anak yang hampir sama
dengan Mega, tetapi aku tidak tomboi aku anak yang feminim, dan aku menyukai
hal hal seperti benda benda yang berwarna biru.
Saat kita sedang bersih bersih salah satu dari kita bertiga
bertanya, apa kira kira nama café ini? Dan kita pun berhenti sejenak untuk
memikirkan nama untuk café tersebut.
“Ah! Aku punya satu nama yang sangat cocok untuk café kita
ini!” Teriak Mega bersemangat.
“Apa itu, apa itu?” tanya kita berdua kompak.
“Gimana kalau Dream Café, kita punya café ini karena kita
punya impian yang sangat besar dan akhirnya mimpi kita sudah jadi kenyataan, terlebih
lagi bagaimana kalau kita membeli papan putih polos dan spidol, itu untuk para
pengunjung, jika mereka mempunyai keinginan mereka bisa menuliskan di papan
putih itu, dan kita juga bisa memberi nama papan itu dengan nama ‘Papan Harapan’
gimana?” Jawab Mega.
“OH.. itu ide yang sangat bagus Meg, ternyata Mega walaupun
begini begini juga pintar menemukan sesuatu dengan sangat cepat yah… hehe”
Ledek ku.
Author Pov
Hari ini café sudah selesai dibersihkan dan hari itu juga mereka sudah menemukan nama untuk café mereka,
besok mereka akan menata peralatan masak, interior interior dan hiasan hiasan
kecil, mencari makanan dan minuman apa yang akan di masukan ke dalam menu café,
juga menemukan tambahan karyawan untuk membantu mereka bertiga. Café mereka
lumayan besar, dan barang barang yang perlu diangkut sangat banyak oleh karena
itu mereka pulang saat sudah sore. Dan mereka juga akan mencari waktu yang
tepat untuk soft opening café mereka.
Saat ini mereka sangat antusias untuk memulai bisnis café mereka dengan
semangat yang membara untuk penghasilan mereka sendiri.
------------
Kira kira apa yah kelanjutan ceritanya? penasaran? tunggu postingan saya selanjutnya yah!!
D tunggu yaa critax :)
BalasHapusThnks yaa
HapusIyaa Robby
BalasHapusini jeje
BalasHapusOk
HapusOk
HapusLanjutt raa
BalasHapushmm :v
BalasHapus